Home > Artikel > Gizi Remaja
Diet Demi Body Goals: Risiko Gizi Buruk pada Remaja
Penulis : Manjilala - 5 FebruariĀ 2026
Home > Artikel > Gizi Remaja
Penulis : Manjilala - 5 FebruariĀ 2026
Sumber gambar: AI generatedĀ
Dalam beberapa tahun terakhir, tren body goals semakin populer di kalangan remaja. Media sosial dipenuhi dengan konten tentang tubuh ideal, tantangan diet, dan tips menurunkan berat badan secara cepat. Tidak sedikit remaja yang terdorong untuk melakukan diet ketat demi mendapatkan bentuk tubuh yang dianggap menarik atau sesuai standar tertentu.
Namun, diet yang dilakukan tanpa pemahaman gizi yang tepat justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Pada masa remaja, tubuh masih berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan, sehingga pembatasan asupan makanan secara berlebihan dapat menyebabkan gizi buruk dan gangguan kesehatan jangka panjang.
Diet pada remaja sering kali dilakukan secara tidak terencana dan cenderung ekstrem. Beberapa bentuk diet yang umum dilakukan antara lain melewatkan waktu makan, mengurangi porsi makan secara drastis, menghindari kelompok makanan tertentu, atau mengikuti pola diet yang sedang viral di media sosial.
Masalahnya, banyak diet populer dirancang untuk orang dewasa dan tidak mempertimbangkan kebutuhan khusus remaja. Akibatnya, remaja berisiko mengalami kekurangan energi, protein, serta zat gizi mikro yang penting untuk pertumbuhan.
Selain faktor fisik, tekanan dari lingkungan sosial juga berperan besar. Komentar tentang bentuk tubuh, perbandingan dengan teman sebaya, serta paparan figur publik di media sosial dapat memengaruhi persepsi remaja terhadap tubuhnya sendiri.
Masa remaja merupakan periode kritis yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan yang pesat, peningkatan massa otot, serta perubahan hormonal. Untuk mendukung proses ini, remaja membutuhkan asupan energi dan zat gizi yang lebih tinggi dibandingkan masa kanak-kanak.
Beberapa zat gizi yang sangat penting bagi remaja antara lain protein untuk pertumbuhan jaringan, zat besi untuk mencegah anemia, kalsium dan vitamin D untuk pembentukan tulang, serta lemak sehat untuk fungsi hormon. Diet ketat yang membatasi asupan makanan sering kali menghilangkan sumber zat gizi tersebut.
Pada remaja putri, diet ekstrem dapat memperburuk risiko anemia dan gangguan siklus menstruasi. Sementara pada remaja putra, kekurangan energi dan protein dapat menghambat pembentukan massa otot dan stamina.
Diet yang tidak sesuai kebutuhan dapat menimbulkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, remaja dapat mengalami lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, dan penurunan prestasi akademik. Kondisi ini terjadi karena otak dan tubuh tidak mendapatkan asupan energi yang cukup.
Dalam jangka panjang, diet ekstrem berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan kepadatan tulang, serta gangguan metabolisme. Selain itu, pola diet tidak sehat juga dapat memicu hubungan yang buruk dengan makanan dan meningkatkan risiko gangguan makan seperti eating disorder.
Dari sisi psikologis, tekanan untuk mencapai tubuh ideal dapat menurunkan kepercayaan diri dan meningkatkan stres pada remaja.
Memiliki keinginan untuk tampil sehat dan percaya diri adalah hal yang wajar. Namun, body goals seharusnya tidak hanya berfokus pada penampilan fisik, melainkan juga pada kesehatan secara menyeluruh.
Pendekatan yang lebih sehat adalah dengan menerapkan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang sesuai usia. Remaja perlu memahami bahwa setiap tubuh memiliki bentuk dan proses perkembangan yang berbeda, sehingga tidak perlu membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain.
Edukasi tentang citra tubuh positif dan gizi seimbang sangat penting untuk membantu remaja membangun hubungan yang sehat dengan makanan dan tubuhnya sendiri.
Keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam mendampingi remaja. Orang tua dapat membantu dengan menyediakan makanan bergizi di rumah dan menghindari komentar negatif tentang bentuk tubuh.
Sekolah dapat berkontribusi melalui edukasi gizi dan kesehatan reproduksi yang relevan dengan usia remaja. Sementara itu, tenaga kesehatan dapat memberikan konseling gizi yang tepat bagi remaja yang ingin mengatur berat badan secara aman.
Pendekatan yang suportif dan tidak menghakimi akan lebih efektif dibandingkan larangan yang kaku.
Diet demi body goals tanpa pemahaman gizi yang tepat dapat membawa risiko serius bagi kesehatan remaja. Masa remaja adalah periode penting untuk pertumbuhan dan pembentukan kebiasaan hidup sehat. Oleh karena itu, upaya mencapai tubuh ideal sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang seimbang, aman, dan berbasis kebutuhan gizi remaja, bukan sekadar mengikuti tren.
World Health Organization. Adolescent Health and Nutrition.
https://www.who.int/teams/maternal-newborn-child-adolescent-health-and-ageing/adolescent-health
UNICEF. Adolescents, Diet and Nutrition.
https://www.unicef.org/nutrition/adolescents-diet-and-nutrition
Academy of Nutrition and Dietetics. Nutrition for Teens.
https://www.eatright.org/health/wellness/healthy-aging/nutrition-for-teens