Home > Artikel > Gizi Remaja
Kenapa Remaja Mudah Lemas dan Sulit Fokus, Ini Peran Gizi
Penulis : Manjilala - 31 Januari 2026
Home > Artikel > Gizi Remaja
Penulis : Manjilala - 31 Januari 2026
Sumber gambar: AI generated
Keluhan remaja yang mudah lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi sering dianggap sebagai hal biasa. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan aktivitas sekolah yang padat, waktu tidur yang kurang, atau penggunaan gawai berlebihan. Namun, salah satu faktor penting yang sering terabaikan adalah peran gizi dalam mendukung energi dan fungsi kognitif remaja. Pada masa pertumbuhan yang pesat, kebutuhan gizi remaja meningkat dan harus dipenuhi secara seimbang agar aktivitas fisik dan mental dapat berjalan optimal.
Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, hormonal, dan psikologis. Proses pertumbuhan ini membutuhkan energi dan zat gizi dalam jumlah besar. Ketika asupan gizi tidak mencukupi atau tidak seimbang, tubuh remaja akan mengalami kekurangan energi yang berdampak pada rasa lemas dan penurunan konsentrasi. Remaja mungkin tetap beraktivitas, tetapi kemampuan fokus dan daya tahan tubuh menurun secara perlahan.
Kebutuhan gizi remaja meliputi energi, protein, zat besi, kalsium, dan berbagai vitamin. Dalam praktik sehari-hari, pola makan remaja sering didominasi makanan tinggi gula dan lemak, tetapi rendah zat gizi penting. Kebiasaan melewatkan sarapan, konsumsi minuman manis berlebihan, dan rendahnya asupan sayur serta buah menjadi faktor utama ketidakseimbangan gizi. Kondisi ini membuat kebutuhan tubuh tidak terpenuhi meskipun asupan makanan terlihat cukup dari segi jumlah.
Kekurangan gizi pada remaja tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga pada fungsi kognitif. Asupan energi yang rendah dapat menyebabkan remaja cepat lelah saat belajar atau berolahraga. Kekurangan zat besi dapat menurunkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi prestasi akademik dan kepercayaan diri remaja. Remaja menjadi kurang aktif, mudah mengantuk, dan sulit mengikuti kegiatan sekolah secara optimal.
Pola makan seimbang berperan penting dalam menjaga energi dan konsentrasi remaja. Makan teratur dengan komposisi yang tepat membantu tubuh memperoleh energi secara stabil sepanjang hari. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama, protein mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan, sementara lemak membantu penyerapan vitamin tertentu. Zat gizi mikro seperti zat besi dan vitamin B berperan dalam metabolisme energi dan fungsi otak. Kombinasi yang seimbang akan membantu remaja tetap bertenaga dan fokus.
Perbaikan gizi remaja perlu melibatkan remaja itu sendiri dan dukungan keluarga. Remaja perlu dibiasakan sarapan, membawa bekal sehat, dan membatasi konsumsi makanan tinggi gula. Orang tua berperan dalam menyediakan pilihan makanan yang lebih seimbang di rumah dan menciptakan kebiasaan makan bersama. Edukasi gizi yang sederhana dan konsisten membantu remaja memahami hubungan antara pola makan, energi, dan kemampuan belajar.
Remaja yang mudah lemas dan sulit fokus bukan semata-mata akibat aktivitas padat atau kurang tidur. Peran gizi sangat menentukan dalam menjaga energi, konsentrasi, dan kualitas hidup remaja. Dengan pola makan yang lebih seimbang dan kebiasaan makan yang lebih teratur, remaja dapat menjalani masa pertumbuhan dengan lebih sehat dan produktif. Perhatian terhadap gizi remaja merupakan investasi penting bagi kesehatan dan prestasi di masa depan.
Referensi
World Health Organization. Nutrition in Adolescence. https://www.who.int
UNICEF. Adolescent Nutrition Overview. https://www.unicef.org/nutrition
World Bank. Adolescent Health and Nutrition. https://www.worldbank.org